Sabtu, 24 Oktober 2015
Rabu, 21 Oktober 2015
Perintah Membuat UserName & Password pada MS Access
If IsNull(Me.cboNama) Or Me.cboNama = "" Then
MsgBox "Pilih Username anda terlebih dahulu", vbOKOnly, "Masukkan Username"
Me.cboNama.SetFocus
Exit Sub
End If
MsgBox "Pilih Username anda terlebih dahulu", vbOKOnly, "Masukkan Username"
Me.cboNama.SetFocus
Exit Sub
End If
If IsNull(Me.txtPword) Or Me.txtPword = "" Then
MsgBox "Passwordnya jangan lupa dimasukkan", vbOKOnly, "Masukkan Password"
Me.txtPword.SetFocus
Exit Sub
End If
If Me.txtPword.Value = DLookup("UserPassword", "TUser", "[UserID]=" & Me.cboNama.Value) Then
MyUserID = Me.cboNama.Value
MsgBox "Login anda berhasil", vbOKOnly, "Message Hellion"
DoCmd.Close acForm, "LOGIN2", acSaveNo
DoCmd.OpenForm "Switchboard"
Else
MsgBox "Password yang anda masukkan salah boss, harap perhatikan caps lock anda", vbCritical, "Hellion Message"
Me.txtPword.SetFocus
End If
Download Hasil Jadi MS Acces Disini!
MsgBox "Passwordnya jangan lupa dimasukkan", vbOKOnly, "Masukkan Password"
Me.txtPword.SetFocus
Exit Sub
End If
If Me.txtPword.Value = DLookup("UserPassword", "TUser", "[UserID]=" & Me.cboNama.Value) Then
MyUserID = Me.cboNama.Value
MsgBox "Login anda berhasil", vbOKOnly, "Message Hellion"
DoCmd.Close acForm, "LOGIN2", acSaveNo
DoCmd.OpenForm "Switchboard"
Else
MsgBox "Password yang anda masukkan salah boss, harap perhatikan caps lock anda", vbCritical, "Hellion Message"
Me.txtPword.SetFocus
End If
Download Hasil Jadi MS Acces Disini!
Belajar Membuat Report & Macro
A. Report
Adalah objek database untuk keperluan print, tampilan report dapat disesuaikan dengan spesifikasi kita. Dengan menggunakan fasilitas report, maka informasi dari database dengan format printout dapat lebih mudah dimengerti dibandingkan dengan format yang berupa table yang bisa membingungkan pembacanya.
Berikut, step by step cara membuat report :
1. Buka file database anda yang akan dibuat report nya.
2. Pada area Objects klik Reports
3. Klik tombol New pada tombol jendela database anda, pada kota dialog New Report yang muncul klik Report Wizard lalu Ok
4. Pada kotak dialog Report Wizard yang muncul, klik tombol list untuk memilihs Tables/Queries
5. Pilih Query yang akan dibuat report dari list pilihan yang muncul Selanjutnya klik tombol kanan ganda untuk memilih semua field yang disediakan. Perhatikan Gambar 1.2. Lalu Next .
6. Berikutnya klik Merk > tombol panah kanan > Next. Langkah tersebut untuk melakukan grouping berdasarkan field Merk.
7. Berikutnya klik Next, tidak perlu melakukan perubahan.
8. Klik Next Untuk pilihan style klik Corporate > Next
9. Berikutnya ketik judul report anda untuk title
10. Klik Finish lalu close dan save. Maka tampilannya akan seperti Gambar 1.5.
Analisanya :
Report (Laporan) merupakan hasil pengolahan data menjadi sebuah informasi yang sangat berguna bagi penggunanya dan program ini memiliki fasilitas laporan dalam bentuk print out. Report memudahkan user dalam pembuatan laporan ( Report ) dengan menyediakan fasilitas Report Wizard yang mampu untuk merancang beberapa bentuk laporan dan dapat memodifikasi bentuk laporan sesuai dengan pola yang diharapkan
Jadi, dengan menggunakan fasilitas report yang ada pada MS.Access, user lebih memahami informasi dari database tersebut
B. Macro
Dengan menggunakan fasilitas ini, anda dapat melakukan otomasi untuk tugas-tugas tertentu, macro dapat membantu anda dalam mencetak report, menampilkan form atau mengeluarkan bunyi apabila anda menjalankan sebuah action (aksi tertentu). Dengan kata lain, macro merupakan sekumpulan dari satu atau lebih actions yang mana setiap action-nya menjalankan operasi-operasi tertentu.
Berikut step by step cara membuat macro yang akan menampilkan report yang sebelumnya telah di buat tadi yang dibarengi dengan bunyi beep.
1. Pada jendela database, klik Macros pada area Objects
2. Klik ikon New pada toolbar jendela database.
3. Pada jendela Design Macro yang muncul, klik tombol list pada baris pertama kolom Action. Lihat Gambar 2.1
4. Pada Kolom action pilih aksi yang anda inginkan. Contoh : "Beep"
5. Klik tombol list pada kolom Action baris kedua lalu klik tombol panah ke bawah dan pilih sesuai kebutuhan anda. Contoh "Open Report"
6. Pada area Action Arguments dibawah jendela design macro, klik Report Name dan pilih file report yang akan di buat macro nya. Contoh "Merk Supplement".
7. Selanjutnya klik View untuk memilih aksi nya. Contoh "Print Preview", maka hasilnya akan terlihat seperti Print Preview pada MS. Word.
8. Klik Save pada toolbar lalu tutup jendela design
9. Pada jendela report yang anda pilih tadi, klik ikon Run.
10. Maka akan muncul jendela report dibarengi dengan bunyi beep.
Nah Langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan Macro yang telah dibuat tadi ke sebuah tombol pada form Report yang telah dibuat sebelumnya.
1. Pilih Forms pada area Object di jendela database anda.
2. Klik form yang telah anda buat sebelumnya. Lalu klik Design pada toolbar.
3. Klik tombol Command Button pada toolbox. Apabila toobox tidak muncul, pada menu bar klik View > Toolbox.
4. Klik pada area form untuk membuat Command Button.
5. Tekan tombol Alt+Enter pada keyboard untuk menampilkan properties, pada jendela properties, klik tab Format.
6. Ketik Report pada property Caption.
7. Selanjutnya klik tab Event lalu klik text box pada property OnClick.
8. Klik tombol list yang muncul lalu pilih macro anda. Contoh "Macro Report".
9. Tutup jendela Properties
10. Posisikan tombol Report sesuai yang anda inginkan.
11. Klik Save pada toolbar
12. Selanjutnya klik ikon form view pada toolbar untuk menampilkan form nya.
13. Klik Tombol Report pada form
14. Apabila muncul report yang telah anda buat dibarengi dengan bunyi beep berarti anda telah berhasil mengaplikasikan macro Macro Report ke sebuah tombol.
Download Perintah MSQL Klik -> Download
Adalah objek database untuk keperluan print, tampilan report dapat disesuaikan dengan spesifikasi kita. Dengan menggunakan fasilitas report, maka informasi dari database dengan format printout dapat lebih mudah dimengerti dibandingkan dengan format yang berupa table yang bisa membingungkan pembacanya.
Berikut, step by step cara membuat report :
1. Buka file database anda yang akan dibuat report nya.
2. Pada area Objects klik Reports
3. Klik tombol New pada tombol jendela database anda, pada kota dialog New Report yang muncul klik Report Wizard lalu Ok
4. Pada kotak dialog Report Wizard yang muncul, klik tombol list untuk memilihs Tables/Queries
5. Pilih Query yang akan dibuat report dari list pilihan yang muncul Selanjutnya klik tombol kanan ganda untuk memilih semua field yang disediakan. Perhatikan Gambar 1.2. Lalu Next .
6. Berikutnya klik Merk > tombol panah kanan > Next. Langkah tersebut untuk melakukan grouping berdasarkan field Merk.
7. Berikutnya klik Next, tidak perlu melakukan perubahan.
8. Klik Next Untuk pilihan style klik Corporate > Next
9. Berikutnya ketik judul report anda untuk title
10. Klik Finish lalu close dan save. Maka tampilannya akan seperti Gambar 1.5.
Analisanya :
Report (Laporan) merupakan hasil pengolahan data menjadi sebuah informasi yang sangat berguna bagi penggunanya dan program ini memiliki fasilitas laporan dalam bentuk print out. Report memudahkan user dalam pembuatan laporan ( Report ) dengan menyediakan fasilitas Report Wizard yang mampu untuk merancang beberapa bentuk laporan dan dapat memodifikasi bentuk laporan sesuai dengan pola yang diharapkan
Jadi, dengan menggunakan fasilitas report yang ada pada MS.Access, user lebih memahami informasi dari database tersebut
B. Macro
Dengan menggunakan fasilitas ini, anda dapat melakukan otomasi untuk tugas-tugas tertentu, macro dapat membantu anda dalam mencetak report, menampilkan form atau mengeluarkan bunyi apabila anda menjalankan sebuah action (aksi tertentu). Dengan kata lain, macro merupakan sekumpulan dari satu atau lebih actions yang mana setiap action-nya menjalankan operasi-operasi tertentu.
Berikut step by step cara membuat macro yang akan menampilkan report yang sebelumnya telah di buat tadi yang dibarengi dengan bunyi beep.
1. Pada jendela database, klik Macros pada area Objects
2. Klik ikon New pada toolbar jendela database.
3. Pada jendela Design Macro yang muncul, klik tombol list pada baris pertama kolom Action. Lihat Gambar 2.1
4. Pada Kolom action pilih aksi yang anda inginkan. Contoh : "Beep"
5. Klik tombol list pada kolom Action baris kedua lalu klik tombol panah ke bawah dan pilih sesuai kebutuhan anda. Contoh "Open Report"
6. Pada area Action Arguments dibawah jendela design macro, klik Report Name dan pilih file report yang akan di buat macro nya. Contoh "Merk Supplement".
7. Selanjutnya klik View untuk memilih aksi nya. Contoh "Print Preview", maka hasilnya akan terlihat seperti Print Preview pada MS. Word.
8. Klik Save pada toolbar lalu tutup jendela design
9. Pada jendela report yang anda pilih tadi, klik ikon Run.
10. Maka akan muncul jendela report dibarengi dengan bunyi beep.
Nah Langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan Macro yang telah dibuat tadi ke sebuah tombol pada form Report yang telah dibuat sebelumnya.
1. Pilih Forms pada area Object di jendela database anda.
2. Klik form yang telah anda buat sebelumnya. Lalu klik Design pada toolbar.
3. Klik tombol Command Button pada toolbox. Apabila toobox tidak muncul, pada menu bar klik View > Toolbox.
4. Klik pada area form untuk membuat Command Button.
5. Tekan tombol Alt+Enter pada keyboard untuk menampilkan properties, pada jendela properties, klik tab Format.
6. Ketik Report pada property Caption.
7. Selanjutnya klik tab Event lalu klik text box pada property OnClick.
8. Klik tombol list yang muncul lalu pilih macro anda. Contoh "Macro Report".
9. Tutup jendela Properties
10. Posisikan tombol Report sesuai yang anda inginkan.
11. Klik Save pada toolbar
12. Selanjutnya klik ikon form view pada toolbar untuk menampilkan form nya.
13. Klik Tombol Report pada form
14. Apabila muncul report yang telah anda buat dibarengi dengan bunyi beep berarti anda telah berhasil mengaplikasikan macro Macro Report ke sebuah tombol.
Download Perintah MSQL Klik -> Download
Rabu, 26 Agustus 2015
8 Perbuatan Wanita Yang Dilaknat Allah
Sahabat dunia islam, Betapa Allah meninggikan derajat wanita, akan tetapi banyak wanita yang justru merendahkan derajat dirinya sendiri . Inilah Beberapa Perbuatan Wanita yang Dilaknat Allah, semoga kita terjauh dari beberapa hal ini.
Di dalam shahih Muslim disebutkan riwayat dari sahabat Abdullah bin Mas’ud,Ia berkata: “Allah mengutuk wanita-wanita pembuat tato dan wanita-wanita yang minta dibuatkan tato, wanita-wanita yang mencukur rambut wajah (bulu alis, dsb) dan wanita-wanita yang minta dihilangkan rambut wajahnya serta wanita-wanita yang merenggangkan gigi demi kecantikan yang merubah ciptaan Allah.”
Dari hadits tersebut kita bisa mengetahui beberapa Perbuatan Wanita Yang Dilaknat Allah :
Pertama, Wanita pembuat tato dan yang minta dibuatkan tato
Zaman sekarang rasanya tato bukan lagi dominasi para mafia atau preman, bahkan banyak wanita yang membuat tato di sekujur tubuhnya tanpa mengetahui bahwa Islam melarang hal ini dan bahkan Allah sangat keras melaknat perbuatan yang sebenarnya amat merusak tubuh ini.
Kedua, Wanita yang mencukur rambut wajah (alis mata, dan lainnya) dan yang meminta untuk dicukur rambut wajahnya
Imam Nawawi mengatakan : “Dan perbuatan ini (mencukur bulu/rambut yang tumbuh di wajah) kecuali apabila tumbuh diwajah wanita kumis dan jenggot maka tidak haram untuk menghilangkannya bahkan mustahabb” kemudian beliau menambahkan :”bahwasanya larangan itu tertuju pada bulu alis dan apa yang dipinggir wajah ( dekat telinga ) “( syarah An-Nawawi ‘ala muslim 14/106 )
Ketiga, Wanita yang merenggangkan giginya hanya demi kecantikan
Definisi Alfalj (pangur gigi) yaitu menjauhkan jarak antara gigi atas dengan gigi bawah. Biasanya dilakukan oleh orang tua yang usianya sudah lanjut, dilakukan untuk bisa tetap awet muda serta’ memperindah gigi, sebab tonjolan yang lembut pada gigi itu hanya milik anak kecil saja.
Jika wanita sudah berusia senja maka tonjolan-tonjolan gigi itu akan mengeras, lalu dilembutkan (dipangur) dengan alat pelembut agar kelihatan indah dan muda. Ini dinamakan juga dengan Al-Wasyr.
Keempat, Wanita yang menolak ajakan suaminya untuk berhubungan intim
“Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu istri enggan sehingga suami marah pada malam harinya, malaikat melaknat sang istri sampai waktu subuh.” (HR. Bukhari: 11/14)
“Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk berkumpul, hendaknya wanita itu mendatanginya sekalipun dia berada di dapur.” (HR. Tirmidzi: 4/387, Shahih)
Kelima, Wanita yang tidak mensyukuri kebaikan suaminya
Thalhah bin Ubaidillah ra. mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Wanita yang berkata kepada suaminya, “Aku tidak melihat kebaikanmu sama sekali, melainkan Allah Swt. memutuskan-rahmatnya kepadanya pada hari kiamat “
“Rasulullah SAW. juga bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak mau memandang wanita (istri) yang tidak mau bersyukur kepada suaminya,padahal dia masih membutuhkannya,”
Keenam, Wanita yang meminta cerai tanpa alasan syari
“Wanita yang meminta suaminya untuk menalak tanpa ada alasan yang mendesak, maka haram baginya bau surga, (HR. Ibnu Hibban, dan Al-Hakim dari Thazauban budak Rasulullah SAW)
Ketujuh, Wanita yang memperlihatkan auratnya pada lelaki lain
Rasulullah bersabda : “Wanita yang melepas pakaiannya di luar rumahnya, yaitu memperlihatkan tubuhnya pada lelaki lain, maka Allah akan membedah tutup tubuhnya “
(HR. Imam Ahmad, Thabrani, Ibnu Majah, Al Hakim,dan Al Baihaqi)
Kedelapan, Wanita yang menyambung rambut dan minta disambung rambutnya
Diriwayatkan dari ‘Aisyah : “Seorang perempuan Anshar telah kawin, dan sesungguhnya dia sakit sehingga gugurlah rambutnya, kemudian keluarganya bermaksud untuk menyambung rambutnya, tetapi sebelumnya mereka bertanya dulu kepada Nabi, maka jawab Nabi: Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut dan yang minta disambung rambutnya.” (HR. Bukhari 5934)
<div class="fb-comments" data-href="http://assalamualaikumislam11.blogspot.com/2015/08/8-perbuatan-wanita-yang-dilaknat-allah.html" data-width="500" data-numposts="5"></div>
10 Macam Dosa Besar Menurut Islam
Dosa adalah tindakan yang melanggar norma atau aturan yang telah ditetapkan Allah.
sahabat dunia islam sebagai manusia biasa kita tidak luput dari dosa, sesungguhnya Allah SWT maha pengampun sehingga allah memaafkan dosa yang telah di perbuat hambanya jika bertaubat.
Namun sebagai orang beriman kita juga harus menjauhi Dosa Dosa Besar, karena dosa besar hanya bisa di tebus dengan hukuman yang sangat erat. Dan semoga kita jangan sampai melakukan dosa yang paling besar yang tidak bisa i maafkan yaitu berbuat syirik.
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas 10 Macam Dosa Besar Menurut Islam yang harus kita hindari dan tinggalkan.
Syirik (Menyekutukan Allah SWT)
Syirik menurut bahasa berarti syarikat atau sekutu . menurut istilah tauhid adalah perbuatan menyekutukan allah swt dengan sesuatu selainnya yang seharusnya hanya di tujukan kepada allah swt , orangyang melakukannya disebut dengan musyrik. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (An Nisaa: 48).
Dan Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga”. (Al Maidah: 72)
Berputus asa dari mendapatkan rahmat Allah SWT
Berputus asa dari rahmat Allah SWT merupakan sifat orang-orang sesat dan pesimis terhadap karunia-Nya merupakan sifat orang-orang kafir. Karena mereka tidak mengetahui keluasan rahmat Rabbul ‘Aalamiin. Siapa saja yang jatuh dalam perbuatan terlarang ini berarti ia telah memiliki sifat yang sama dengan mereka. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.(Yusuf: 87).
Merasa aman dari ancaman Allah SWT
Tentang hal ini Allah SWT berfirman: “Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (Al A’raaf: 99)
Berbuat durhaka kepada kedua orang tua
Orang yang paling banyak jasanya dan paling dekat dengan kita adalah kedua orang tua kita, seseorang yang durhaka termasuk dosa besar. Perbuatannya antara lain membentak, menghardik, berkata tidak sopan dan lain-lain. Karena Allah SWT mensifati orang yang berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya sebagai orang yang jabbaar syaqiy ‘orang yang sombong lagi celaka’. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
“Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka”. (Maryam: 32).
Membunuh
Hak-hak yang paling utama bagi setiap manusia yang dijamin pula oleh Islam adalah hak hidup, hak pemilikan, hak pemeliharaan kehormatan, hak kemerdekaan, hak persamaan, dan hak menuntut ilmu pengetahuan. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya”. (An Nisaa: 93).
Menuduh wanita baik-baik berbuat zina
Tentang hal ini Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la’nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar”. (An Nuur: 23)
Memakan riba
Tentang hal ini Allah SWT berfirman: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila”. (Al Baqarah: 275)
Lari dari medan pertempuran
Maksudnya, saat kaum Muslimin diserang oleh musuh mereka, dan kaum Muslimin maju mempertahankan diri dari serangan musuh itu, kemudian ada seseorang individu Muslim yang melarikan diri dari pertempuran itu. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
“Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya”. (Al Anfaal: 16)
Memakan harta anak yatim
Memakan harta anak yatim hukumnya haram dan termasuk dosa besar. Banyak ayat AL-QUR’AN menjelaskan kepada kaum muslimin untuk membantu mengasuh dan mendidik anak yatim, apabila anak yatim dianiyaya dengan cara memakan hartanya, maka itu termasuk dosa besar. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”. (An Nisaa: 10)
Berbuat zina
Asusila adalah perbuatan atau tingkah laku yang menyimpang dari norma-norma atau kaidah kesopanan yangsaat ini cenderung banyak terjadi di kalangan masyarakat, terutama remaja. Islam dengan Al Qur’an dan sunah telah memasang bingkai bagi kehidupan manusia agar menjadi kehidupan yang indah an bersih dari kerusakan moral. ini dia Balasan Dosa Zina Di Dunia Dan Akherat. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
“Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu”. (Al Furqaan: 68-69)
Di dalam al quran di sebutkan bahwa Allah akan mengampunkan semua dosa kecuali syirik artinya dengan taubat nashuha dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tsb insya Allah akan diampunkan dan apabila dosa yang berkaitan dengan manusia misalnya kedzoliman maka harus meminta maaf kepada orang di dzolimi. ( baca juga : 10 Amalan Dihapuskanya Dosa )
Inilah Kriteria Aswaja Menurut Rumusan Muktamar NU Ke-33
Menurut KH Afifuddin Muhajir, ketua Komisi Bahtsul Masail Diniyah Maudliuiyah yang membahas persoalan ini, rumusan tersebut penting diangkat agar masyarakat mengerti kriteria Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah yang mengedepankan ketersambungan ajaran kepada Rasulullah dan sikap moderat.
Dengan mendasarkan diri pada berbagai dalil dari al-Qur’an, Hadits, dan pendapat ulama, sidang komisi Komisi Bahtsul Masail Diniyah Maudliuiyah yang dihadiri para kiai dari PCNU dan PWNU se-Indonesia serta PCINU ini akhirnya menetapkan 14 butir kriteria istimewa. Hasil sidang komisi disahkan pada sidang pleno Muktamar Ke-33 NU, Rabu (5/8). Berikut kutipan selengkapnya:
Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah firqahyang memiliki khashaish (kekhususan) yang membedakan dengan berbagai firqah yang lain di dalam Islam. Khashaish itu merupakan berbagai keistimewaan yang dimiliki oleh berbagai firqah yang lain. Khashaish sebagai keistemewaan itu, antara lain:
Ahlus Sunnah Wal-Jama’ah merupakan satu-satunya firqah (golongan) di antara berbagaifirqah di dalam Islam yang disebut oleh Nabi SAW sebagai firqah ahli surga. Mereka adalah para shahabat Nabi SAW. yang dikenal dengan sebutan As-Salafush Shalih yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Nabi. SAW. dan dilanjutkan oleh tabi’in dan tabi’it tabi’in, dua generasi yang memiliki keutamaan sebagaimana dinyatakan oleh Nabi SAW. Kemudian diikuti oleh para pengikutnya sampai sekarang.
Menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai dua sumber pokok syari’at Islam, dan menerima dua sumber yang lahir dari keduanya, yakni ijma’ dan qiyas.
Memahami syari’at Islam dari sumber Al-Qur’an dan As-Sunnah melalui:
sanad (sandaran) para shahabat Nabi SAW. yang merupakan pelaku dan saksi ahli dalam periwayatan hadits serta manhaj seleksinya, dan berbagai pemikiran yang diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas tasyri’ (penetapan hukum syar’i) setelah beliau wafat. Mereka terutama empat shahabat yang disebut oleh Nabi SAW. sebagaiAl-Khulafa’ al-Rasyidun telah menyaksikan langsung dan memahami dengan cermat pelaksanaan tasyri’ yang dipraktikkan oleh Nabi SAW.
sanad dua generasi setelah shahabat, yakni tabi’in dan tabi’it tabi’in yang telah meneladani dalam melanjutkan tugas tasyri’. Mereka telah mengembangkan perumusan secara kongkrit mengenai prinsip-prinsip yang bersifat umum, kaidah-kaidah ushuliyyah dan lainnya. Mereka adalah para Imam mujtahid, Imam hadits dan lainnya.
Memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah secara menyeluruh berdasarkan kaidah-kaidah yang teruji ketepatannya, dan tidak terjadi mu’aradlah (pertentangan) antara satu nash dan nash yang lain. Dalam hal, diakui dan diterima:
empat Imam mujtahid termasyhur sekaligus Imam madzhab fiqh dari kalangan tabi’in dan tabi’it tabi’in yang telah merumuskan kaidah-kaidah ushuliyyah dan menerapkannya dalam melaksanakan tasyri’ yang kemudian menjadi pedoman bagi generasi berikutnya sampai sekarang. Empat mujtahid besar itu; a. Imam Abu Hanifah An-Nu’man ibn Tsabit (80-150 H.), b. Imam Malik ibn Anas (93-173 H.), c. Imam Muhammad ibn Idris Asy-Syafi’i (150-204 H.), dan Imam Ahmad ibn Hanbal (164-241 H.).
para Imam madzhab aqidah, seperti Abul Hasan Al-Asy’ari (260-324), dan Abu Mansur Al-Maturidi (W.333 H.).
keberadaan tashawwuf sebagai ilmu yang mengajarkan teori taqarrub (pendekatan) kepada Allah SWT. melalui aurad dan dzikir yang diwadahi dalam thariqah sebagai madzhab, selama sesuai dengan syari’at Islam. Dalam hal ini menerima para Imam tashawwuf, seperti Imam Abul Qasim Al-Junaid al-Baghdadi (W.297H.) dan Abu Hamid al-Ghazali (450-505 H.).
Melaksanakan syari’at Islam secara kaffah (komprehensif), dan tidak mengabaikan sebagian yang lain.
Memahami dan mengamalkan syari’at Islam secara tawassuth (moderat), dan tidak ifrathdan tafrith.
Menghormati perbedaan pendapat dalam masalah ijtihadiyah, dan tidak mengklaim bahwa hanya pendapatnya yang benar, sedangkan pendapat lain dianggap salah.
Bersatu dan tolong menolong dalam berpegang teguh pada syari’at Islam meskipun dengan cara masing-masing.
Melaksanakan amar makruf dan nahi munkar dengan hikmah (bijak/arif), dan tanpa tindak kekerasan dan paksaan.
Mengakui keadilan dan keutamaan para shahabat, serta menghormatinya, dan menolak keras menghina, mencerca dan sebagainya terhadap mereka, apalagi menuduh kafir.
Tidak menganggap siapa pun setelah Nabi SAW. adalah ma’shum (terjaga) dari kesalahan dan dosa.
Tidak menuduh kafir terhadap sesama mukmin, dan menghindari berbagai hal yang dapat menimbulkan permusuhan.
Menjaga ukhuwwah terhadap sesama mukmin, saling tolong menolong, menyayangi, menghormati, dan tidak saling memusuhi.
Menghormati, menghargai, tolong menolong, dan tidak memusuhi pemeluk agama lain.
Jumat, 31 Juli 2015
Tentang Kewajiban Berpuasa
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu :
Alhamdulillahirrabil alamin wasalatu wasalamu asrafil anbiya iwal mursalin wa’ala alihi wasahbihi azmain.
Pertama – tama dan yang palimg utama marilah kita panjatkan puji beserta syukur kita kehadirat Allah SWT. yang mana Ia telah memberikan rahmat dan hidayahnya berupa kesehatan keimanan dan juga kesempatan kepada kita semua sehingga kita bisa berkumpul ditempat yang kita cintai ini.. Salawat berangkaikan salam kita hadiahkan kepada roh junjungan alam yakni nabi besar Muhammad SAW. Baiklah untuk mempersingkat waktu, kita masuki judul ceramah kita pada hari ini yaitu yang berjudul :
PUASA
Puasa adalah menahan lapar mulai dari terbitnya fajar di sebelah timur sampai terbenamnya matahari disebalah barat. Yang mana ketika kita berpuasa, kita dilatih untuk menahan nafsu, menahan lapar dan menahan haus.
Puasa merupakan salah satu yang termasuk dalam rukun islam, yaitu rukun islam yang ke - 4. Pastinya kita semua sudah pada mengetahui rukun – rukun islam. Hanya sekedar mengingat kembali, Rukun islam yang ke
1. Mengucapkan dua kalimat sahadat
2. Mengerjakan shalat
3. Membayar zakat
4. Mengerjakan puasa,
5. Naik haji bagi yang mampu.
Rukun islam merupakan kewajiban bagi seluruh umat islam dipenjuru dunia. Kewajiban berarti segala sesuatu yang harus atau mesti dikerjakan atau dilaksanakan. Maka dari itu kita sebagai umat muslim wajib berpuasa. Berdasarkan keterangan yang sangat jelas dari Al-Qur'an dan Sunnah. Bahkan, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam menerangkan salah satu dari rukun Islam yang 5. Hal ini menunjukkan bahwa kedudukannya yang mulia dan agung dalam Islam. Karenanya semua orang muslim wajib memperhatikan dan menjaganya dengan seksama agar sempurna bangunan di dalam dirinya.
Apabila ada seorang yang mengaku muslim namun meninggalkan puasa karena ia mengingkarinya, maka dia termasuk orang – orang yang kufur. Sedangkan bagiorang - orang yang tidak mengerjakan puasa karena malas atau lalai “tetap meyakini bahwa hukumnya wajib”, maka ia telah melakukan dosa yang besar dan kebinasaan karena tidak melaksanakan salah satu rukun Islam dan kewajiban yang penting.
Adapun konsekuensi berdasarkan hukum fiqihnya, para ulama - ulama memiliki pendapat yang berbeda - beda. Sebagiannya berpendapat, bahwa bagi orang yang telah berbuka “tidak berpuasa” satu hari saja dari bulan Ramadhan maka wajib mengqadla puasanya sebanyak 12 hari. Ada juga yang pendapat bahwa mereka wajib berpuasa qadla selama satu bulan. Pendapat lainnya, mengatakan bahwa seseorang itu harus berpuasa selama 3000 hari dan ini merupakan pendapat al-Nakhai, Waqi' bin al-Jarrah,. Namun ada dua pendapat yang paling masyhur dalam masalah ini dan memiliki landasan argumen yang kuat, yaitu: wajib mengqadla tanpa kafarah dan cukup bertaubat tanpa harus qadla.
Pendapat Pertama: Wajib qadla saja
Pendapat ini merupakan pendapat yang sangat umum di kalangan para ulama, yaitu wajib mengqadla bagi orang yang sengaja berbuka (tidak berpuasa) pada bulan Ramadlan, yaitu dengan berpuasa sesuai jumlah hari yang dia rusak.
Pendapat Kedua: Tidak wajib mengqadla, dan hanya bertaubat dengan sebenar - benarnya "bersungguh - sungguh"
Menurut pendapat kedua ini, tidak cukup dengan qadla walaupun dia berpuasa setahun penuh. Sebabnya, karena dia sengaja merusak puasanya tanpa udzur syar'i. Maka tidak mencukupi hari untuk menggantikan hari yang dia rusak tersebut, karena qadla disyariatkan bagi orang yang memiliki udzur (berhalangan).
Allah Ta'ala berfirman yang maknanya :
"Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 184)
Maka barang siapa yang merusak puasa di bulan ramadhan tanpa ada udzur syar'i lalu mengganti puasanya itu di hari – hari yang lain, berarti telah membuat aturan baru dalam agama Allah yang tidak diizinkan oleh-Nya.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda yang maknanya "Siapa yang mengada-adakan hal baru dalam urusan kami ini (Islam) yang bukan berasal darinya, maka akan tertolak." (HR. Bukhari dari Aisyah radliyallahu 'anha)
Adapun firman Allah swt tentang puasa yang maknanya :
“Hai orang – orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”
(Q.S. Al-Baqarah : 183)
Dari arti firman Allah SWT. dalam Q.S. Al-Baqarah : 183, telah jelas bahwa puasa itu telah diwajibkan dan diperintahkan kepada orang – orang sebelum kita. Yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Allah SWT.
Pasti kita bertanya – Tanya, apa sebenarnya hikmah dari Puasa?
Berikut beberapa hikmah dari puasa
1. Puasa dapat menyempitkan aliran darah dan juga makanan. Aliran yang sama yang digunakan oleh syaitan. Sehingga bisikan syaitan akan menjadi lemah.
2. Puasa dapat melemahkan nafsu, hasrat berbuat maksiat dan keinginan berbuat jahat. Ini mengakibatkan roh menjadi suci.
3. Puasa juga merupakan penyucian hati, pendidikan jiwa, pengendalian pandangan mata dan juga menjaga seluruh anggota tubuh dari pada perbutan dosa.
4. Puasa dapat menyehatkan tubuh, kerana puasa mengosongkan perut dari berbagai bahan yang merusakkan. Puasa juga berfungsi membersihkan darah, menormalkan fungsi jantung, hati dan ginjal.
5. Apabila seseorang itu berpuasa, dirinya akan merasa kerdil di hadapan Allah SWT, hatinya akan mudah tersentuh dan rasa tamak akan menipis. Nafsunya terkawal sehingga doanya dikabulkan kerana dia dekat dengan Allah SWT.
Mungkin diantara kita masih ada yang bingung, sebenarnya apa – apa saja yang dapat membatalkan ataupun yang dapat mengurangi pahala puasa, berikut akan saya sebutkan kembali tentang hal – hal yang dapat membatalkan ataupun yangdapat mengurangi pahala puasa :
• Makan dan juga Minum yang dilakukan dengan sengaja
• Merokok
• Melakukan hubungan badan antara suami dan juga istri pada siang hari, Jima’ (berssenggema)
• Keluarnya darah haid atau nifas bagi seorang perempuan
• Menghirup obat untuk melegakan pernafasan
• Menelan sisa - sisa makanan yang masih ada menempel di antara gigi-gigi meskipun hanya sedikit
• Transfusi darah bagi orang yang berpuasa
• Ghibah ( membicarakan aib kejelekan orang lain)
• Namimah ( mengadu domba )
• Mendo’akan hal – hal yang jelek terhadap orang lain dan juga mencaci-maki
• Melakukan maksiat
• Berbohong
• Timbul syahwat kyang disebabkan memikirkan atau melihat hal-hal yang jorok ( mesum )
Saudara saudari yang muliakan oleh Allah SWT. kita telah mengetahui apa saja hukum bagi orang – orang yang tidak berpuasa dengan sengaja, yaitu mendapatkan dosa yang besar. Naudzubilahimindzalik. Oleh sebab itu, untuk kedepannya semoga puasa kita akan lebih baik lagi,. Dan semoga kita menjadi umat muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT, amin yarobal alamin.
Sekianlah ceramah dari saya apa bila ada kesalahan dalam penyampaian, ataupun kata – kata yang kurang berkenan saya mohon maaf, karena kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT. akhirul kalam Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatu.
Alhamdulillahirrabil alamin wasalatu wasalamu asrafil anbiya iwal mursalin wa’ala alihi wasahbihi azmain.
Pertama – tama dan yang palimg utama marilah kita panjatkan puji beserta syukur kita kehadirat Allah SWT. yang mana Ia telah memberikan rahmat dan hidayahnya berupa kesehatan keimanan dan juga kesempatan kepada kita semua sehingga kita bisa berkumpul ditempat yang kita cintai ini.. Salawat berangkaikan salam kita hadiahkan kepada roh junjungan alam yakni nabi besar Muhammad SAW. Baiklah untuk mempersingkat waktu, kita masuki judul ceramah kita pada hari ini yaitu yang berjudul :
PUASA
Puasa adalah menahan lapar mulai dari terbitnya fajar di sebelah timur sampai terbenamnya matahari disebalah barat. Yang mana ketika kita berpuasa, kita dilatih untuk menahan nafsu, menahan lapar dan menahan haus.
Puasa merupakan salah satu yang termasuk dalam rukun islam, yaitu rukun islam yang ke - 4. Pastinya kita semua sudah pada mengetahui rukun – rukun islam. Hanya sekedar mengingat kembali, Rukun islam yang ke
1. Mengucapkan dua kalimat sahadat
2. Mengerjakan shalat
3. Membayar zakat
4. Mengerjakan puasa,
5. Naik haji bagi yang mampu.
Rukun islam merupakan kewajiban bagi seluruh umat islam dipenjuru dunia. Kewajiban berarti segala sesuatu yang harus atau mesti dikerjakan atau dilaksanakan. Maka dari itu kita sebagai umat muslim wajib berpuasa. Berdasarkan keterangan yang sangat jelas dari Al-Qur'an dan Sunnah. Bahkan, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam menerangkan salah satu dari rukun Islam yang 5. Hal ini menunjukkan bahwa kedudukannya yang mulia dan agung dalam Islam. Karenanya semua orang muslim wajib memperhatikan dan menjaganya dengan seksama agar sempurna bangunan di dalam dirinya.
Apabila ada seorang yang mengaku muslim namun meninggalkan puasa karena ia mengingkarinya, maka dia termasuk orang – orang yang kufur. Sedangkan bagiorang - orang yang tidak mengerjakan puasa karena malas atau lalai “tetap meyakini bahwa hukumnya wajib”, maka ia telah melakukan dosa yang besar dan kebinasaan karena tidak melaksanakan salah satu rukun Islam dan kewajiban yang penting.
Adapun konsekuensi berdasarkan hukum fiqihnya, para ulama - ulama memiliki pendapat yang berbeda - beda. Sebagiannya berpendapat, bahwa bagi orang yang telah berbuka “tidak berpuasa” satu hari saja dari bulan Ramadhan maka wajib mengqadla puasanya sebanyak 12 hari. Ada juga yang pendapat bahwa mereka wajib berpuasa qadla selama satu bulan. Pendapat lainnya, mengatakan bahwa seseorang itu harus berpuasa selama 3000 hari dan ini merupakan pendapat al-Nakhai, Waqi' bin al-Jarrah,. Namun ada dua pendapat yang paling masyhur dalam masalah ini dan memiliki landasan argumen yang kuat, yaitu: wajib mengqadla tanpa kafarah dan cukup bertaubat tanpa harus qadla.
Pendapat Pertama: Wajib qadla saja
Pendapat ini merupakan pendapat yang sangat umum di kalangan para ulama, yaitu wajib mengqadla bagi orang yang sengaja berbuka (tidak berpuasa) pada bulan Ramadlan, yaitu dengan berpuasa sesuai jumlah hari yang dia rusak.
Pendapat Kedua: Tidak wajib mengqadla, dan hanya bertaubat dengan sebenar - benarnya "bersungguh - sungguh"
Menurut pendapat kedua ini, tidak cukup dengan qadla walaupun dia berpuasa setahun penuh. Sebabnya, karena dia sengaja merusak puasanya tanpa udzur syar'i. Maka tidak mencukupi hari untuk menggantikan hari yang dia rusak tersebut, karena qadla disyariatkan bagi orang yang memiliki udzur (berhalangan).
Allah Ta'ala berfirman yang maknanya :
"Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 184)
Maka barang siapa yang merusak puasa di bulan ramadhan tanpa ada udzur syar'i lalu mengganti puasanya itu di hari – hari yang lain, berarti telah membuat aturan baru dalam agama Allah yang tidak diizinkan oleh-Nya.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda yang maknanya "Siapa yang mengada-adakan hal baru dalam urusan kami ini (Islam) yang bukan berasal darinya, maka akan tertolak." (HR. Bukhari dari Aisyah radliyallahu 'anha)
Adapun firman Allah swt tentang puasa yang maknanya :
“Hai orang – orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”
(Q.S. Al-Baqarah : 183)
Dari arti firman Allah SWT. dalam Q.S. Al-Baqarah : 183, telah jelas bahwa puasa itu telah diwajibkan dan diperintahkan kepada orang – orang sebelum kita. Yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Allah SWT.
Pasti kita bertanya – Tanya, apa sebenarnya hikmah dari Puasa?
Berikut beberapa hikmah dari puasa
1. Puasa dapat menyempitkan aliran darah dan juga makanan. Aliran yang sama yang digunakan oleh syaitan. Sehingga bisikan syaitan akan menjadi lemah.
2. Puasa dapat melemahkan nafsu, hasrat berbuat maksiat dan keinginan berbuat jahat. Ini mengakibatkan roh menjadi suci.
3. Puasa juga merupakan penyucian hati, pendidikan jiwa, pengendalian pandangan mata dan juga menjaga seluruh anggota tubuh dari pada perbutan dosa.
4. Puasa dapat menyehatkan tubuh, kerana puasa mengosongkan perut dari berbagai bahan yang merusakkan. Puasa juga berfungsi membersihkan darah, menormalkan fungsi jantung, hati dan ginjal.
5. Apabila seseorang itu berpuasa, dirinya akan merasa kerdil di hadapan Allah SWT, hatinya akan mudah tersentuh dan rasa tamak akan menipis. Nafsunya terkawal sehingga doanya dikabulkan kerana dia dekat dengan Allah SWT.
Mungkin diantara kita masih ada yang bingung, sebenarnya apa – apa saja yang dapat membatalkan ataupun yang dapat mengurangi pahala puasa, berikut akan saya sebutkan kembali tentang hal – hal yang dapat membatalkan ataupun yangdapat mengurangi pahala puasa :
• Makan dan juga Minum yang dilakukan dengan sengaja
• Merokok
• Melakukan hubungan badan antara suami dan juga istri pada siang hari, Jima’ (berssenggema)
• Keluarnya darah haid atau nifas bagi seorang perempuan
• Menghirup obat untuk melegakan pernafasan
• Menelan sisa - sisa makanan yang masih ada menempel di antara gigi-gigi meskipun hanya sedikit
• Transfusi darah bagi orang yang berpuasa
• Ghibah ( membicarakan aib kejelekan orang lain)
• Namimah ( mengadu domba )
• Mendo’akan hal – hal yang jelek terhadap orang lain dan juga mencaci-maki
• Melakukan maksiat
• Berbohong
• Timbul syahwat kyang disebabkan memikirkan atau melihat hal-hal yang jorok ( mesum )
Saudara saudari yang muliakan oleh Allah SWT. kita telah mengetahui apa saja hukum bagi orang – orang yang tidak berpuasa dengan sengaja, yaitu mendapatkan dosa yang besar. Naudzubilahimindzalik. Oleh sebab itu, untuk kedepannya semoga puasa kita akan lebih baik lagi,. Dan semoga kita menjadi umat muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT, amin yarobal alamin.
Sekianlah ceramah dari saya apa bila ada kesalahan dalam penyampaian, ataupun kata – kata yang kurang berkenan saya mohon maaf, karena kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT. akhirul kalam Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatu.
101 HADITS NABI MUHAMMAD SAW TENTANG AKHLAQ MULIA
101
HADITS NABI MUHAMMAD SAW TENTANG AKHLAQ MULIA
"Paling dekat dengan aku kedudukannya pada hari kiamat adalah orang
yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap
keluarganya". (HR. Ar-Ridha)
Rasulullah
SAW bersabda, "Sesungguhnya seorang Mukmin-karena kebaikan
akhlaknya-menyamai derajat orang yang biasa melakukan shaum dan menunaikan
shalat malam." (HR Abu Dawud)
Dari Abu
Ad-Darda' radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَا مِنْ شَيْءٍ
يُوضَعُ فِي المِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الخُلُقِ، وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الخُلُقِ
لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ» [سنن الترمذي: صحيح]
Tidak ada
sesuatu yang diletakkan pada timbangan hari kiamat yang lebih berat daripada
akhlak yang mulia, dan sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa mencapai
derajat orang yang berpuasa dan shalat. [Sunan Tirmidzi: Sahih]
Rasulullah
SAW bersabda,"Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat
kedudukannya dengan majelisku pada Hari Kiamat nanti adalah orang yang paling
baik akhlaknya. Sebaliknya, orang yang aku benci dan paling jauh dari diriku
adalah orang yang terlalu banyak bicara (yang tidak bermanfaat, pen.) dan
sombong." HR at-Tirmidzi).
Baginda
Rasulullah SAW menyebut sejumlah keistimewaan akhlak mulia ini. Saat beliau
ditanya tentang apa itu kebajikan (al-birr), misalnya, beliau lansung menjawab,
"Al-Birr husn al-khulq (Kebajikan itu adalah akhlak mulia." (HR
Muslim).
Beliau
bahkan bersabda, "Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan
seorang Mukmin pada Hari Kiamat nanti selain akhlak mulia. Sesungguhnya Allah
membenci orang yang berbuat keji dan berkata-keta keji." (HR at-Tirmidzi)
Rasulullah
SAW pun menyebut Muslim yang berakhlak mulia sebagai manusia terbaik. Beliau
bersabda, "Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang paling
baik akhlaknya." (HR al-Bukhari dan Muslim).
Dari Sahl
bin Sa'ad radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
إن الله يحب
معالي الأخلاق ويكره سفسافها [المعجم الكبير للطبراني: صححه الألباني]
Sesungguhnya Allah mencintai akhlak yang mulia dan membenci akhlak yang
buruk. [Al-Mu'jam Al-Kabiir: Sahih]
An-Nawwaas
bin Sim'aan Al-Anshary radiyallahu 'anhu berkata: Aku bertanya kepada
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam tentang kebaikan dan keburukan, dan
Rasulullah menjawab:
«الْبِرُّ حُسْنُ
الْخُلُقِ، وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ، وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ
النَّاسُ» [صحيح مسلم]
Kebaikan
adalah akhlak yang baik, dan keburukan adalah sesuatu yang mengganjal di dadamu
(hatimu), dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya. [Sahih Muslim]
Dari Abu
Umamah radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«أَنَا زَعِيمٌ
بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا، وَبِبَيْتٍ
فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي
أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ» [سنن أبي داود: حسن]
Saya
menjamin sebuah rumah tepi surga bagi orang meninggalkan debat sekalipun ia
benar, dan sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang tidak berbohong sekalipun
hanya bergurau, dan rumah di atas surga bagi orang yang mulia akhlaknya. [Sunan
Abi Daud: Hasan]
Dari Jabir
bin Samurah radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" إِنَّ
أَحْسَنَ النَّاسِ إِسْلَامًا، أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا " [مسند أحمد: صحيح]
Sesungguhnya orang yang paling baik keislamannya adalah yang paling baik
akhlaknya. [Musnad Ahmad: Sahih]
Dari Jabir
radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«إِنَّ مِنْ
أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ
أَخْلَاقًا، وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ
القِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ وَالمُتَشَدِّقُونَ وَالمُتَفَيْهِقُونَ» [سنن الترمذي:
صحيح]
Sesungguhnya yang paling aku cintai dari kalian dan yang paling dekat
tempatnya dariku di hari kiamat adalah yang paling mulia akhlaknya, dan yang
paling aku benci dari kalian dan yan paling jauh tempatnya dariku di hari
kiamat adalah yang banyak bicara, angkuh dalam berbicara, dan sombong. [Sunan
Tirmidzi: Sahih]
Dari Abu
Hurairah radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
لن تسعوا الناس
بأموالكم ولكن يسعهم منكم بسط الوجه وحسن الخلق [مسند البزار: حسنه الألباني]
Kalian
tidak akan mempu memberi kepada semua orang dengan hartamu, akan tetapi kamu
bisa memberi kepada semua orang dengan senyuman dan akhlak mulia. [Musnad
Al-Bazzar: Hasan]
Dari Ibnu
Mas'ud dan Aisyah radiyallahu 'anhuma; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam
sering berdoa ...
" اللهُمَّ
أَحْسَنْتَ خَلْقِيْ، فَأَحْسِنْ خُلُقِيْ "
Ya Allah
.. Engkau telah memuliakan penciptaanku, maka muliakanlah akhlakku. [Musnad
Ahmad: Sahih]
Jabir bin
Abdillah radiyallahu 'anhuma berkata: Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam
ketika memulai salat ia bertakbir kemudian membaca ...
«إِنَّ صَلَاتِي
وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ
أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَعْمَالِ
وَأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَقِنِي سَيِّئَ
الْأَعْمَالِ وَسَيِّئَ الْأَخْلَاقِ لَا يَقِي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ»
"Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk
Allah Rabb semesta alam tiada sekutu bagi-Nya, dan demikianlah aku
diperintahkan dan aku bagian dari orang Islam, Ya Allah berilah aku amalan yang
terbaik dan akhlak yang paling mulia, tiada yang bisa memberi yang terbaik
selain Engkau, dan lindungilah aku dari amalan dan akhlak yang buruk, tidak ada
yang bisa melindungiku dari hal yang buruk selain Engkau". [Sunan
An-Nasa'i: Sahih]
Ummu
Salamah, isteri Nabi Saw bertanya, "Ya Rasulullah, seorang wanita dari
kami ada yang kawin dua, tiga dan empat kali lalu dia wafat dan masuk surga
bersama suami-suaminya juga. Siapakah kelak yang akan menjadi suaminya di
surga?" Nabi Saw menjawab, "Dia disuruh memilih dan yang dia pilih
adalah yang paling baik akhlaknya dengan berkata, "Ya Robbku, orang ini
ketika dalam negeri dunia paling baik akhlaknya terhadapku. Kawinkanlah aku
dengan dia. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik membawa kebaikan untuk
kehidupan dunia dan akhirat." (HR. Ath-Thabrani)
"Kamu
tidak bisa memperoleh simpati semua orang dengan hartamu tetapi dengan wajah
yang menarik (simpati) dan dengan akhlak yang baik." (HR. Abu Ya'la dan
Al-Baihaqi)
"Kebajikan itu ialah akhlak yang baik dan dosa itu ialah sesuatu
yang merisaukan dirimu dan kamu tidak senang bila diketahui orang
lain."(HR. Muslim)
Ya
Rasulullah, terangkan tentang Islam dan aku tidak perlu lagi bertanya-tanya
kepada orang lain. Nabi Saw menjawab, "Katakan: 'Aku beriman kepada Allah
lalu bersikaplah lurus (jujur)'." (HR. Muslim)
"Jauhilah segala yang haram niscaya kamu menjadi orang yang paling
beribadah. Relalah dengan pembagian (rezeki) Allah kepadamu niscaya kamu menjadi
orang paling kaya. Berperilakulah yang baik kepada tetanggamu niscaya kamu
termasuk orang mukmin. Cintailah orang lain pada hal-hal yang kamu cintai bagi
dirimu sendiri niscaya kamu tergolong muslim, dan janganlah terlalu banyak
tertawa. Sesungguhnya terlalu banyak tertawa itu mematikan hati." (HR.
Ahmad dan Tirmidzi)
"Di
antara akhlak seorang mukmin adalah berbicara dengan baik, bila mendengarkan
pembicaraan tekun, bila berjumpa orang dia menyambut dengan wajah ceria dan
bila berjanji ditepati. (HR. Ad-Dailami)
"Tidak ada kemelaratan yang lebih parah dari kebodohan dan tidak
ada harta (kekayaan) yang lebih bermanfaat dari kesempurnaan akal. Tidak ada
kesendirian yang lebih terisolir dari ujub (rasa angkuh) dan tidak ada
tolong-menolong yang lebih kokoh dari musyawarah. Tidak ada kesempurnaan akal
melebihi perencanaan (yang baik dan matang) dan tidak ada kedudukan yang lebih
tinggi dari akhlak yang luhur. Tidak ada wara' yang lebih baik dari menjaga
diri (memelihara harga dan kehormatan diri), dan tidak ada ibadah yang lebih
mengesankan dari tafakur (berpikir), serta tidak ada iman yang lebih sempurna
dari sifat malu dan sabar. (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani)
"Menghemat dalam nafkah separo pendapatan (belanja), dan mengasihi
serta menyayangi orang lain adalah separo akal, sedangkan bertanya dengan baik
adalah separo ilmu. (HR. Ath-Thabrani)
"Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya)
adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya." (HR.
Ahmad dan Al Hakim)
"Kebijaksanaan adalah tongkat yang hilang bagi seorang mukmin. Dia
harus mengambilnya dari siapa saja yang didengarnya, tidak peduli dari sumber
mana datangnya." (HR. Ibnu Hibban) Artinya kita jangan melihat siapa yang
memberi nasehat tapi apa isi nasehatnya. Yakinlah bahwa segala kebenaran itu
datangnya dari Allah SWT, dan segala sesuatu hanya sebagai perantara.
"Kalau kamu sudah tidak punya malu lagi (tidak punya akhlaq),
lakukanlah apa yang kamu kehendaki." (HR. Bukhari)
"Tidak ada sesuatu yang ditelan seorang hamba yang lebih afdhol di
sisi Allah daripada menelan (menahan) amarah yang ditelannya karena keridhoan
Allah Ta'ala." (HR. Ahmad)
Seorang
sahabat berkata kepada Nabi Saw, "Ya Rasulullah, berpesanlah
kepadaku." Nabi Saw berpesan, "Jangan suka marah (emosi)."
Sahabat itu bertanya berulang-ulang dan Nabi Saw tetap berulang kali berpesan, "Jangan
suka marah." (HR. Bukhari)
"
Barangsiapa banyak diam maka dia akan selamat. (HR. Ahmad)
"Hati-hatilah terhadap prasangka. Sesungguhnya prasangka adalah
pembicaraan paling dusta. (HR. Bukhari)
"Bukan akhlak seorang mukmin berbicara dengan lidah yang tidak
sesuai kandungan hatinya. Ketenangan (sabar dan berhati-hati) adalah dari Allah
dan tergesa-gesa (terburu-buru) adalah dari setan. (HR. Asysyihaab)
"Seorang yang baik keislamannya ialah yang meninggalkan apa-apa
yang tidak berkepentingan dengannya. (HR. Tirmidzi)
"Dekatkan dirimu kepada-Ku (Allah) dengan mendekatkan dirimu kepada
kaum lemah dan berbuatlah ihsan kepada mereka. Sesungguhnya kamu memperoleh
rezeki dan pertolongan karena dukungan dan bantuan kaum lemah di kalangan
kamu." (HR. Muslim)
"Barangsiapa rendah hati kepada saudaranya semuslim maka Allah akan
mengangkat derajatnya, dan barangsiapa mengangkat diri terhadapnya maka Allah
akan merendahkannya." (HR. Ath-Thabrani)
"Allah mewahyukan kepadaku agar kamu berprilaku rendah hati agar
tidak ada orang yang menzalimi orang lain atau menyombongkan dirinya terhadap
orang lain. (HR. Ahmad)
"Sifat malu adalah dari iman dan keimanan itu di surga, sedangkan
perkataan busuk adalah kebengisan tabi'at dan kebengisan tabi'at di neraka.
(HR. Bukhari dan Tirmidzi)
"Sesungguhnya cemburu (yakni cemburu yang wajar dan masuk akal
adalah bagian) dari keimanan. (HR.
Al-Baihaqi dan Ibnu Babawih)
"Kebajikan ialah akhlak yang baik dan dosa ialah sesuatu yang
mengganjal dalam dadamu dan kamu tidak suka bila diketahui orang lain. (HR.
Muslim)
"Mintalah fatwa (keterangan hukum) kepada hati dan jiwamu.
Kebajikan ialah apa yang menyebabkan jiwa dan hati tentram kepadanya, sedangkan
dosa ialah apa yang merisaukan jiwa dan menyebabkan ganjalan dalam dada
walaupun orang-orang meminta atau memberi fatwa kepadamu. (HR. Muslim)
"Orang yang membawa (mengangkut) sendiri barang dagangannya maka
dia terbebas dari kesombongan. (HR. Al-Baihaqi).
"Orang yang mengharamkan kelemah lembutan, maka akan diharamkan
baginya segala kebaikan." [HR. Muslim]
اللهم من ولي
من أمر أمتي شيئا فشق عليهم فاشقق عليه، ومن ولي من أمر أمتي شيئا فرفق بهم فارفق به
Artinya:
"Ya Allah, siapa saja yang mengurus urusan umatku, kemudian ia memberatkan
mereka, maka beratkanlah ia. Dan siapa saja yang mengurus urusan umatku,
kemudian ia bersikap lemah lembut kepada mereka, maka lemah lembutlah Engkau
kepadanya." [HR. Muslim]
"Di
antara tanda-tanda kesengsaraan adalah mata yang beku, hati yang kejam, dan
terlalu memburu kesenangan dunia serta orang yang terus-menerus melakukan
perbuatan dosa. "(HR. Al Hakim)
Tahukah
kamu siapa orang yang bangkrut? Para sahabat menjawab, "Allah dan rasulNya
lebih mengetahui." Nabi Saw lalu berkata, " Sesungguhnya orang yang
bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa
amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang dan menuduh
orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu, lalu dia menanti
orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu
mengambil pula pahalanya. Bila pahala- pahalanya habis sebelum selesai tuntutan
dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang- orang yang menuntut itu
diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka." (HR.
Muslim)
"Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu
penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan.
Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka
terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri,
dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas). (HR.
Al Hakim)
"Janganlah engkau menyepelekan kebaikan sedikitpun meski sekadar
menuangkan air dari ember timbamu ke bejana orang yang meminta air, dan meski
sekadar berbicara dengan saudaramu dengan wajah yang berseri-seri." [HR
Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan an-Nasa'i]
Rasulullah
saw bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka
hendaklah ia berkata baik atau diam." [Hadits riwayat Mutafaq 'alaih]
Tidak ada
suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya
daripada sabar. (HR. Al Hakim)
Sabar
adalah separo iman dan keyakinan adalah seluruh keimanan. (HR. Ath-Thabrani dan
Al-Baihaqi)
Ada tiga
hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan
musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan). (HR. Ath-Thabrani)
Orang yang
bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena
ujian dan cobaan dia bersabar. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Senyummu
ke wajah saudaramu adalah sodaqoh. (Mashabih Assunnah)
Menyendiri
lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang sholeh
lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik
daripada berdiam dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol)
yang buruk. (HR. Al Hakim)
Seorang
mukmin yang bergaul dan sabar terhadap gangguan orang, lebih besar pahalanya
dari yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar dalam menghadapi
gangguan mereka. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Amal
perbuatan yang paling disukai Allah sesudah yang fardhu (wajib) ialah
memasukkan kesenangan ke dalam hati (menghibur hati) seorang muslim. (HR.
Ath-Thabrani)
Seorang
mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya dia
segera memperbaikinya. (HR. Bukhari)
Tiga
perbuatan yang termasuk sangat baik, yaitu berzikir kepada Allah dalam segala
situasi dan kondisi, saling menyadarkan (menasihati) satu sama lain, dan
menyantuni saudara-saudaranya (yang memerlukan). (HR. Ad-Dailami)
Jibril
Alaihissalam yang aku cintai menyuruhku agar selalu bersikap lunak (toleran dan
mengalah) terhadap orang lain. (HR. Ar-Rabii')
Seorang
muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak
mengecewakannya (membiarkannya menderita) dan tidak merusaknya (kehormatan dan
nama baiknya). (HR. Muslim)
Rasulullah
Saw melarang mendatangi undangan orang-orang fasik. (HR. Ath-Thabrani)
Janganlah
kamu duduk-duduk di tepian jalan. Para sahabat berkata, "Ya Rasulullah,
kami memerlukan duduk-duduk untuk berbincang-bincang." Rasulullah kemudian
berkata, "Kalau memang harus duduk-duduk maka berilah jalanan
haknya." Mereka bertanya, "Apa haknya jalanan itu, ya
Rasulullah?" Nabi Saw menjawab, "Memalingkan pandangan (bila wanita
lewat), menghindari gangguan, menjawab ucapan salam (dari orang yang lewat),
dan beramar ma'ruf nahi mungkar." (Mutafaq'alaih)
Termasuk
sunnah bila kamu menghantar pulang tamu sampai ke pintu rumahmu. (HR.
Al-Baihaqi)
Rasulullah
Saw menerima pemberian hadiah dan mendoakan ganjaran atas pemberian hadiah
tersebut. (HR. Bukhari)
Jangan
menolak hadiah dan jangan memukul kaum muslimin. (HR. Ahmad)
Hendaknya
kamu saling memberi hadiah. Sesungguhnya pemberian hadiah itu dapat melenyapkan
kedengkian. (HR. Tirmidzi dan dan Ahmad)
Seorang
pemuda yang menghormati orang tua karena memandang usianya yang lanjut maka
Allah mentakdirkan baginya pada usia lanjut orang akan menghormatinya. (HR.
Tirmidzi)
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah menghormati
tamunya. Kewajiban menjamu tamu hanya satu hari satu malam. Masa bertamu adalah
tiga hari dan sesudah itu termasuk sedekah. Tidak halal bagi si tamu tinggal
lebih lama sehingga menyulitkan tuan rumah. (HR. Al-Baihaqi)
Barangsiapa menerima kebaikan (pemberian) dari kawannya (saudaranya)
tanpa diminta hendaklah diterima dan jangan dikembalikan. Sesungguhnya itu
adalah rezeki yang disalurkan Allah untuknya. (HR. Al Hakim)
Barangsiapa membela (nama baik dan kehormatan) saudaranya tanpa
kehadirannya maka Allah akan membelanya di dunia dan di akhirat. (HR.
Al-Baihaqi
Apabila
kawan muslim seseorang digunjing dan dia tidak menyanggah (membelanya) padahal
sebenarnya dia mampu membelanya maka Allah akan merendahkannya di dunia dan di
akhirat. (HR. Al Baghowi dan Ibnu Babawih)
Jiwa-jiwa
manusia ibarat pasukan. Bila saling mengenal menjadi rukun dan bila tidak
saling mengenal timbul perselisihan. (HR. Muslim)
Tiada
beriman seorang dari kamu sehingga dia mencintai segala sesuatu bagi saudaranya
sebagaimana yang dia cintai bagi dirinya. (HR. Bukhari)
Hubungilah orang yang memutus hubungannya
dengan kamu dan berilah (sesuatu) kepada orang yang enggan memberimu. Hindarkan
dirimu dari orang yang menzalimi kamu (Artinya, jangan menghiraukan orang yang
menzalimi kamu). (HR. Ahmad)
Belalah
(tolonglah) kawanmu baik dia zalim maupun dizalimi. Apabila dia zalim, cegahlah
dia dari perbuatannya dan bila dia dizalimi upayakanlah agar dia dimenangkan
(dibela). (HR. Bukhari)
Barangsiapa tidak memperhatikan (mempedulikan) urusan kaum muslimin maka
dia bukan termasuk dari mereka. (HR. Abu Dawud)
Jangan
menunjukkan kegembiraan atas penderitaan saudaramu, niscaya Allah akan
menyelamatkannya dan akan menimpakan (musibah) kepadamu. (HR. Aththusi dan
Tirmidzi)
Apabila
kamu memukul, hindarilah wajah. (HR. Mashabih Assunnah)
Wahai
segenap manusia, sesungguhnya Robbmu satu dan bapakmu satu. Tidak ada kelebihan
bagi seorang Arab atas orang Ajam (bukan Arab) dan bagi seorang yang bukan Arab
atas orang Arab dan yang (berkulit) merah atas yang hitam dan yang hitam atas
yang merah, kecuali dengan ketakwaannya. Apakah aku sudah menyampaikan hal ini?
(HR. Ahmad)
Tidak
boleh ada gangguan (akibat yang merugikan dan menyedihkan) dan tidak boleh ada
paksaan. (HR. Malik)
Cukup
jahat orang yang menghina saudaranya. (HR. Muslim)
Tidak
halal bagi seorang muslim menjauhi (memutuskan hubungan) dengan saudaranya
melebihi tiga malam. Hendaklah mereka bertemu untuk berdialog mengemukakan isi
hati dan yang terbaik ialah yang pertama memberi salam (menyapa). (HR. Bukhari)
Barangsiapa meniru-niru tingkah laku suatu kaum maka dia tergolong dari
mereka. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Tidak
akan masuk surga orang yang suka mencuri berita (suka mendengar-dengar berita
rahasia orang lain). (HR. Bukhari)
Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling cinta kasih dan
belas kasih seperti satu tubuh. Apabila kepala mengeluh (pusing) maka seluruh
tubuh tidak bisa tidur dan demam. (HR. Muslim)
Kawan
pendamping yang sholeh ibarat penjual minyak wangi. Bila dia tidak memberimu
minyak wangi, kamu akan mencium keharumannya. Sedangkan kawan pendamping yang
buruk ibarat tukang pandai besi. Bila kamu tidak terjilat apinya, kamu akan
terkena asapnya. (HR. Bukhari)
Tiada
beriman orang yang tidak memegang amanat dan tidak ada agama bagi orang yang
tidak menepati janji. (HR. Ad-Dailami)
Tunaikanlah amanat terhadap orang yang mengamanatimu dan janganlah
berkhianat terhadap orang yang mengkhianatimu. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Orang yang
diajak bermusyawarah (dimintai pendapat) adalah orang yang bisa memegang amanat
(jujur, ikhlas dan dapat menyimpan rahasia). (HR. Ath-Thabrani)
Aku
menjenguk ke surga dan aku melihat kebanyakan penghuninya orang-orang fakir
(miskin). Lalu aku menjenguk ke neraka dan aku melihat kebanyakan penghuninya
adalah kaum wanita. (HR. Bukhari dan Muslim) yang dimaksud hadits ini adalah
fakir miskin yang sabar dan bersyukur dan kebanyakan wanita masuk neraka adalah
karena banyak mengeluh kepada suami dan tak mau bersyukur.
Sesungguhnya agama ini mudah dan tiada seorang yang mempersulit agama,
kecuali pasti dikalahkannya (menemui kesulitan). Bertindaklah tepat, lakukan
pendekatan, sebarkan berita gembira, permudahlah dan gunakan siang dan malam
hari serta sedikit waktu fajar sebagai penolongmu. (HR. Bukhari)
Tiada
lurus iman seorang hamba sehingga lurus hatinya, dan tiada lurus hatinya
sehingga lurus lidahnya. (HR. Ahmad)
Sebaik-baik umatku adalah apabila pergi (musafir) dia berbuka puasa dan
shalat Qashar, dan jika berbuat kebaikan merasa gembira, tetapi apabila
melakukan keburukan dia beristighfar. Dan seburuk-buruk umatku adalah yang
dilahirkan dalam kenikmatan dan dibesarkan dengannya, makanannya sebaik-baik
makanan, dia mengenakan pakaian mewah-mewah dan bila berkata tidak benar (tidak
jujur). (HR. Ath-Thabrani)
Allah Azza
wajalla mewajibkan tujuh hak kepada seorang mukmin terhadap mukmin lainnya,
yaitu: (1) melihat saudara seimannya dengan rasa hormat dalam pandangan
matanya; (2) mencintainya di dalam hatinya; (3) menyantuninya dengan hartanya;
(4) tidak menggunjingnya atau mendengar penggunjingan terhadap kawannya; (5)
menjenguknya bila sakit; (6) melayat jenazahnya; (7) dan tidak menyebut kecuali
kebaikannya sesudah ia wafat. (HR. Ibnu Baabawih)
Sebaik-baik kamu ialah yang diharapkan kebaikannya dan aman dari
kejahatannya, dan seburuk-buruk kamu ialah yang tidak diharapkan kebaikannya
dan tidak aman dari kejahatannya. (HR. Tirmidzi dan Abu Ya'la)
Aku
mengagumi seorang mukmin. Bila memperoleh kebaikan dia memuji Allah dan
bersyukur. Bila ditimpa musibah dia memuji Allah dan bersabar. Seorang mukmin
diberi pahala dalam segala hal walaupun dalam sesuap makanan yang diangkatnya
ke mulut isterinya. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Seorang
mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada seorang mukmin
yang lemah dalam segala kebaikan ..(HR. Muslim)
Seorang
mukmin bukanlah pengumpat dan yang suka mengutuk, yang keji dan yang ucapannya
kotor. (HR. Bukhari)
Penghuni
neraka ialah orang yang buruk perilaku dan akhlaknya dan orang yang berjalan
dengan sombong, sombong terhadap orang lain, menumpuk harta kekayaan dan
bersifat kikir. Adapun penghuni surga ialah rakyat yang lemah, yang selalu
dikalahkan. (HR. Al Hakim dan Ahmad)
Rasulullah
Saw melarang orang makan atau minum sambil berdiri. (HR. Muslim)
Seorang
sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan
berguna bagiku dari sisi Allah." Nabi Saw lalu bersabda:
"Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan)
dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah
kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui
kapan doamu akan terkabul." (HR. Ath-Thabrani)
Barangsiapa ingin agar do'anya terkabul dan kesulitan-kesulitannya
teratasi hendaklah dia menolong orang yang dalam kesempitan. (HR. Ahmad)
Langganan:
Postingan (Atom)